Kisah Yang Selalu Meninggalkan Cerita 

Anak muda tidak terlepas dari urusan percintaan dan juga pekerjaan, pun aku yang diusiaku yang 3 tahun lagi genap 30 tahun ini masih saja dirisaukan dengan dua urusan itu. Mulai dari drama percintaan tentang jodoh, ya aku sebut jodoh karena diusiaku yang saat ini sudah tidak lagi ingin bermain dengan cewek. Saat ini ada seorang perempuan yang ingin ku menjalani hidup bersamanya tetapi tak kunjung mendapat restu, ya restu itu ibarat makanan orang jaman dahulu yang kini sedang melandaku. Pernah sebelum perempuan ini dating juga yang dahulu dirisaukan dengan kata restu tetapi entah kenapa yang kali ini begitu beda rasanya benar-benar menusuk. Ingin ku akhiri semua ini tanpa ada pihak yang terluka, tapi itu yang menjadi permasalahan nya yang belum aku temui hingga tulisan ini aku tulis. Ingin ku berakhir sesuai keinginan ku tapi scenario Allah SWT memang sungguh indah bahkan tak pernah aku mengerti ujung jalan ceritaku. Hanya usaha dan doa yang ku lantunkan dalam setiap detik nafasku.

Bukan hanya tentang drama percintaan, urusan kerja juga sedang membuatku berfikir keras. Pada saat 2017 kuputuskan untuk keluar dari perusahaan BUMN Migas terkemuka di Negeri kita ini, hingga kini usaha pekerjaanku masih tak kunjung stabil. Banyak planning dan usaha yang sudah aku jalankan, tapi belum ada kata “mapan”. Usaha dibidang konsultan CSR yang ku rintis sudah hampir setahun kini sudah sedikit menemui titik terang dengan adanya satu perusahaan sebagai klien. Usaha pertanian yang dirintis sejak awal 2019 setidaknya sudah mulai ada hasilnya meskipun masih belum cukup ketika di hitung penghasilan perbulannya untuk hidup 1 bulan. Pun demikian saat ini sedang mencoba melebarkan sayap ke bisnis jual beli tapi belum juga berjalan karena terkendala mitra yang belum deal. Bahkan dibidang perikanan juga itu masih dalam pemikiran diatas kertas saja. Ah hal terbaru yang ku rintis saat ini adalah bidang teknologi develop apikasi, yang ku rintis dengan seorang teman yang baru saja dia memutuskan untuk risen dari pekerjaannya di bandung. Kita sama-sama mempunyai mimpi tentang Kediri, itu awal ide yang menyatukan visi kita dalam bidang teknologi.

Hati, pikiran, perasaan apapun itu saat ini sedang terkuras untuk memikirkan dan menjalan kedua tema percintaan dan pekerjaan. Tak jarang rasa perih menghampiri tiba-tiba. Begitu menyayat hati, ingin ku bertahan dalam drama percintaan dan berharap dan berdoa tapi bahkan ku tak yakin apa itu akan bias dilewati. Hanya rasa bergantung dan percaya memang skenario Allah SWT jauh lebih baik daripada rencana kita. Banyak hal ku belajar dalam setahun terakhir ini, begitu indah, begitu sulit dan begitu mengharukan kelak mungkin jika aku mengingatnya pasti ku tersenyum sendiri.

Tulisan ini ku persembahkan untuk diriku sendiri, pengingat bahwa setiap langkah yang sudah dan sedang kulalui harus kujadikan pelajaran kelak.