Updates from June, 2018 Toggle Comment Threads | Keyboard Shortcuts

  • yuda anas susetyo 5:20 pm on June 7, 2018 Permalink | Reply  

    Selalu Tegak Tak Bergeming 

    Akhir-akhir ini banyak hal yang kualami, ada saat aku harus berfikir dalam diam, dan memandang dalam kekosongan. Aku mulai lagi berkutat dengan suasana hati, yang bahkan aku sendiri belum tentu bisa menerjemahkannya. Perjalanan hidupku masih sampai disini, masih sangat terlalu dini untuk melambaikan bendera putih. Masa depan selalu penuh teka teki untuk menariku memecahkannya. Kejadian-kejadian diluar kendaliku muncul seolah tiada henti, mulai dari ekonomi, asmara, dan lingkungan yang begitu asing. Sepertinya aku yang selalu dihadapkan dengan kehidupan asing dalam 8 tahun terkhir ini sudah mulai bisa beradaptasi. Untuk ekonomi, ya siapa yang tidak pernah berfikir tentang kehidupan dunia dan aku termasuk manusia biasa yang coba untuk mengukir diatas berlian. dan yang muncul diakhir ini adalah masalah asmara, ah bukan diakhir ini sebenarnya tetapi sudah lamaaaa dan ini ada hal baru.
    Wahai masalah yang perlu kalian tahu aku akan selalu tegak berdiri untuk menghadapimu, aku tidak akan pernah menyerah. Biarlah takdir yang menjawab, ingat aku berdiri disini tidak akan tinggal diam,.

    Ada yang bilang aku terlalu sabar, terlalu lemah, terlalu lembut, terlalu acuh.
    lingkungan telah membentuku menjadi pribadi yang tenang, tapi tidak kompromi untuk ketegasan ini. “meski kadang goyah juga sih tegasnya,wkwkwkkw

    “Aku hanya ingin ridho dengan segala yang sudah terjadi dalam hidupku”

     
  • yuda anas susetyo 9:35 am on June 5, 2018 Permalink | Reply  

    Jangan Buru-Buru 

    Hati memang tidak pernah berbohong, tapi kalau sudah masuk pikiran bisa jadi dimanipulasi. Terimakasih sudah menerimaku dalam kehidupanmu, aku percaya kamu. tapi entah kenapa jadi berasa terburu-buru, jadi banyak bumbu bumbu yang mungkin itu berasal dari darah kotor,.-_-

    aku harus bisa mengeremnya, aku sangat yakin dengan proses yang lebih dalam maka akan berhasil sempurna. Harus sabar, semua pasti akan terjawab oleh waktu yang diusahakan. Kita sama-sama terluka, aku tau itu dari sorot mata, mari kita sembuh dan sehat bersama. Hanya butuh keyakinan bahwa kamu lebih baik dari yang dulu dan dari siapapun. Ku terima kau apa adanya. aku berikan sebisa mungkin yang aku punya dan usahakan.

    Ah akhirnya kurasakan hal ini lagi.,

    “kenangan itu memang tidak untuk dilupakan, tapi biarlah kenangan itu menjadi pelajaran dan jangan sampai kenangan itu merusak masa kini dan masa depan”

    “masa lalumu itu milikmu, tetapi masa kini dan masa depan adalah milik kita”

     

     
  • yuda anas susetyo 4:55 am on June 5, 2018 Permalink | Reply  

    Mengenalmu adalah Hal Terindah 

    Sekitar tahun 2015 ya, pada tahun itu tiba tiba Handphone ku berbunyi. Ada yang menghubungiku pada waktu itu engkau masih duduk di bangku sekolah tingkat SMA. Hanya anak kecil, pikirku itu byasa banyak yang mengacak nomer telepon dan dihubungi. sempat beberapa kali Whatsap dan bahkan telpon. Yaph,.. engkau sepupu dari adik angkatan kuliah ku di Jogja sana, dan sama sama anak daerah dekat tempat tinggal. Tentu dah aku tidak menghiraukan, siapa sih hanya anak kecil, dan ya aku masa itu punya komitmen yang memang harus aku penuhi. Ketika aku berkomitmen berarti aku harus menjalaninya, komitmen ini bukan sebuah keterpaksaaan tapi memang itulah adanya. Sempat dulu, ketika aku hubungi untuk terakhir kalinya, engkau mau mengambil kuliah di malang dan memang keinginanmu adalah di bidang manajemen, aku masih sangat ingat. Aku berpesan kuliah itu jangan neko neko, jangan pacaran, fokus dulu saja sama kuliahnya, dan sempet dah aku minta janji juga, semua demi kebaikan.

    selang waktu kurang lebih 3 tahun, ya pada tahun 2018 ini aku lihat di facebook ada pemberitahuan kalau engkau ulang tahun. ya aku ucapkan saja selamat ulang tahun,… dan ya engkau merespon baik, bahkan memberi tahu nomor handphone, yang memang nomormu dulu aku hapus dan karena nomerku sudah ganti juga. selang 3 tahun ternyata banyak yang berubah,. engkau kulihat ya semakin dewasa, dan ternyata sudah banyak hal yang engkau lewati selama kuliah di malang, dan ya aku sudah tidak ada komitmen lagi dengan siapa-siapa. tetapi sayang, engkau tidak menepati pesan terakhir sebelum kita tidak berhubungan lagi. tapi yasudahlah itu adalah proses, lagipula aku tidak ada dikehidupanmu selama ini jadi wajar saja janji itu bakal luntur karena tumbuh dewasa itu banyak godaannya.

    Berawal dari proses yang lucu menurutku, akhirnya kita semakin dekat saja,. “aku percaya kamu, dan kamu percaya aku”. kalau memang berjodoh tidak akan pernah hilang meski kita sudah pernah tidak kontak lagi. berkomunikasi denganmu mengajarkanku banyak hal, tentang apa itu sebuah proses, sebuah pendewasaan, menerima latar belakang dan sebuah kasih sayang. Entah angin mana yang membuat diri ini sangat nyaman, hingga aku tanpa sadar berlaku jujur dan sangat jujur, yang mungkin selama ini selalu ada tirai yang menutup sangat tebal setiap kali aku berkomunikasi dengan orang menjadi tersingkap. aku tak pernah tahu siapa jodohku, tapi aku akan selalu berusaha. AKu saat ini hanya tau bahwa engkau layak untuk diperjuangkan dan disayangi. Pada proses ini kita mencoba untuk saling mengenal, dengan segala kelemahan dan keburukanku, aku ingin behati-hati untuk tetap menjagamu. Tolong jaga juga kepercayaan ini…, mari kita buat cerita kita saat ini dan masa depan untuk selamanya.

    Kita tidak pernah bisa untuk memilih kapan dilahirkan dan siapa orang tua kita, kita juga tidak tahu kapan maut akan datang,.

    kita juga tidak pernah mengerti misteri rejeki kecuali kita berusaha untuk mendapatkannya

    begitupun jodoh, ya orang yang sudah kita usahakan lama dan sangat dekat belum tentu itu jodoh, dan orang yang sudah kita tinggalkan belum tentu dia akan hilang dan bahkan bisa jadi itu adalah jodoh.

    Teruntuk yang Tersayang

     
c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Reply
e
Edit
o
Show/Hide comments
t
Go to top
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Cancel