Touring Subang-Bekasi-Bogor-Depok-Bekasi-Subang

Jarak ratusan kilometer, 4 kota sudah kulalui berkendara dengan verzaku. Tentu dengan seseorang yang ingin menemaniku terus,hehehe… Pengalaman pertamaku ini mempunyai kesan yang luarbiasa. Mulai dari perjalanan Subang-Bekasi, jalanan yang kebanyakan merupakan daerah industry. Bisa dibayangkan betapa panasnya jalanan, apalagi aku mulai perjalanan siang. Perjalanan Subang-Bekasi kutempuh selama 2 jam, jarak nya adalah sekitar 120 km. Pada perjalanan hanya sedikit pemandangan alam yaitu di Subang-Cikampek, setelah itu pemandangan kebisingan, kemacetan selalu menemaniku dalam perjalanan. Perajalanan dikota besar yang tentu tidak akan ku jumpai di desaku, ^^.
Setelah dari Bekasi aku lanjutkan perjalanan ke Bogor, ooiya aku ke Bogor via Bekasi karena menjemput sesorang yang ingin ikut menjelajahi Jawa Barat. Selanjutnya aku melanjutkan perjalananku dari Bekasi ke Bogor via Kalimalang lanjut ke Cibinong. Bekasi kota industry, tentu kemacetan bukan lagi hal yang aneh. Tetapi setelah memasuki daerah Cibinong lalulintas mulai lancar, meski hanya bisa kecepatan 80 km/jam. Ok dari sini perjalanan tidak ada masalah, pastinya tidak nyasar. Setelah sampai di Bogor, ini mulai bingung tujuannya adalah kebun bunga tapi malah muter-muter akhirnya kami putuskan mengunjungi kebun raya bogor. Sambil tanya-tanya lokasi kebun bunga, setelah cuapek buanget muter kebun raya bogor akhirnya kami menuju kebun bunga. Masalah muncul lagi, aku kira lewat jalan alternative bakan lebih cepat sampai, tetapi karena jalanan kampong akhirnya gag bisa nggeber motor verzaku, ya sudahlah pengalaman. Jalan alternative membawa kami sampai kepintu taman safari Bogor, tetapi karena ya tariff masuknya menurutku tidak berperikemanusiaan per orang pengendara sepeda motor 150.000 ribu. Akhirnya kami balik kanan dan kembali ketujuan awal kebun bunga. Meski jalannya berkelok-kelok tapi pemandangannya luar biasa bro, hawa dingin menyejukan. Sipdah tujuan terpenuhi kebun bunga dijelajahi.
Tantangan belum berakhir, aku touring selama ini mengandalkan plang penunjuk arah dan tentu penunjuka arah mata angin alami yaitu matahari. Terjadi kesalahan dalam perjalanan pulang, banyak rute jalan satu arah, plang penunjuk arah yang sangat minim, dan hari itu menjelang magrib tentu matahari sudah terbenam. Akhirnya nyasar dah,hehehe…, jarang banget aku nyasar dalam perjalanan. Akhirnya kami Tanya-tanya dan Tanya terus selama perjalanan pulang. Akhirnya kami pun balik via Depok juga tidak sengaja,hehehe. Aku kasian sama temenku ini, dia pertama kali perjalanan jauh sudah aku ajak nyasar, malem juga. Bayangin aja engkau tidak tahu arah ditempat entah berantah dan itu adalah pengalaman pertamamu. Tentu aku yang gag pernah panik ini juga kebawa panik, harus menenangkannya…, kasian matanya udah merah. Meskipun demikian sebenarnya aku tahu jalan dibelokan pertama tadi harusnya belok kiri via jalan tembus waktu tadi berangkat, tetapi demi keselamatan aku tempuh jalan via Depok, karena berdasar info dan penglihatanku jalannya sepi dan udah tahu kan zaman sekarang lagi musim begal. Dengan resiko yang lebih besar akhirnya ya ini via Depok. Menerut para nara sumber ancer-ancer dijalanan pinggiran Depok ini adalah PGC (Pasar Grosir Cililitan) setelah ketemu itu baru belok, aku kira udah dekat tu PGC eh masih jauhhhhhh buanget 1 jam dah kira-kira sambil berhenti-berhenti Tanya. Akhirnya setelah melewati PGC dan mulai masuk Kalimalang orang yang awalnya paling panikpun bisa nunjukin aku arah, wajahnya sumringah,hehehe..
Waktu perjalanan pulang Bekasi-Subang aku sendirian, dan tentu tidak ada masalah. Single Rider bro, ketika sendiri dapat member arti apalagi ketika bersama.hehehehe…, Sendiri member arti, Bersama menjadikannya lebih bermakna.