Recent Updates Toggle Comment Threads | Keyboard Shortcuts

  • yuda anas susetyo 8:42 am on November 16, 2019 Permalink | Reply  

    Kisah Yang Selalu Meninggalkan Cerita 

    Anak muda tidak terlepas dari urusan percintaan dan juga pekerjaan, pun aku yang diusiaku yang 3 tahun lagi genap 30 tahun ini masih saja dirisaukan dengan dua urusan itu. Mulai dari drama percintaan tentang jodoh, ya aku sebut jodoh karena diusiaku yang saat ini sudah tidak lagi ingin bermain dengan cewek. Saat ini ada seorang perempuan yang ingin ku menjalani hidup bersamanya tetapi tak kunjung mendapat restu, ya restu itu ibarat makanan orang jaman dahulu yang kini sedang melandaku. Pernah sebelum perempuan ini dating juga yang dahulu dirisaukan dengan kata restu tetapi entah kenapa yang kali ini begitu beda rasanya benar-benar menusuk. Ingin ku akhiri semua ini tanpa ada pihak yang terluka, tapi itu yang menjadi permasalahan nya yang belum aku temui hingga tulisan ini aku tulis. Ingin ku berakhir sesuai keinginan ku tapi scenario Allah SWT memang sungguh indah bahkan tak pernah aku mengerti ujung jalan ceritaku. Hanya usaha dan doa yang ku lantunkan dalam setiap detik nafasku.

    Bukan hanya tentang drama percintaan, urusan kerja juga sedang membuatku berfikir keras. Pada saat 2017 kuputuskan untuk keluar dari perusahaan BUMN Migas terkemuka di Negeri kita ini, hingga kini usaha pekerjaanku masih tak kunjung stabil. Banyak planning dan usaha yang sudah aku jalankan, tapi belum ada kata “mapan”. Usaha dibidang konsultan CSR yang ku rintis sudah hampir setahun kini sudah sedikit menemui titik terang dengan adanya satu perusahaan sebagai klien. Usaha pertanian yang dirintis sejak awal 2019 setidaknya sudah mulai ada hasilnya meskipun masih belum cukup ketika di hitung penghasilan perbulannya untuk hidup 1 bulan. Pun demikian saat ini sedang mencoba melebarkan sayap ke bisnis jual beli tapi belum juga berjalan karena terkendala mitra yang belum deal. Bahkan dibidang perikanan juga itu masih dalam pemikiran diatas kertas saja. Ah hal terbaru yang ku rintis saat ini adalah bidang teknologi develop apikasi, yang ku rintis dengan seorang teman yang baru saja dia memutuskan untuk risen dari pekerjaannya di bandung. Kita sama-sama mempunyai mimpi tentang Kediri, itu awal ide yang menyatukan visi kita dalam bidang teknologi.

    Hati, pikiran, perasaan apapun itu saat ini sedang terkuras untuk memikirkan dan menjalan kedua tema percintaan dan pekerjaan. Tak jarang rasa perih menghampiri tiba-tiba. Begitu menyayat hati, ingin ku bertahan dalam drama percintaan dan berharap dan berdoa tapi bahkan ku tak yakin apa itu akan bias dilewati. Hanya rasa bergantung dan percaya memang skenario Allah SWT jauh lebih baik daripada rencana kita. Banyak hal ku belajar dalam setahun terakhir ini, begitu indah, begitu sulit dan begitu mengharukan kelak mungkin jika aku mengingatnya pasti ku tersenyum sendiri.

    Tulisan ini ku persembahkan untuk diriku sendiri, pengingat bahwa setiap langkah yang sudah dan sedang kulalui harus kujadikan pelajaran kelak.

     

     
  • yuda anas susetyo 3:09 pm on September 22, 2018 Permalink | Reply  

    Syair Masa Lalu 

    Apapun yang dilakukan saat ini tak akan pernah bisa merubah masa lalu
    Seberapapun penyesalan, hingga air mata habis pun semua akan sia-sia
    Waktu tak akan pernah bisa kembali, yang berlalu biarlah berlalu
    Jangan sampai masa lalu menghancurkan asa masa depan diujung sana

    Setiap orang berhak untuk berubah dan meninggalkan masa lalu
    Masa Lalu adalah masa dimana pelajaran diperoleh,
    Jangan sampai masa lalu menjadi batu sandungan,
    Masa lalu akan selalu berkoar untuk menjatuhkan,

    Masa lalu tak pernah rela untuk ditinggal,
    Akan banyak yang berteriak tentang masa lalu,
    Tapi yakinlah masa depanmu bukan berdasar teriakan anjing-anjing itu,
    Percayalah anjing hanya akan menggonggong di bawah Elang yang terbang tinggi,

    Semua orang punya kesempatan untuk berubah,
    Hanya pilihan tepat yang dapat membuat melangkah,
    Jangan pernah kembali pada kebodohan,
    Atau semua akan hancur,

     

     

     

     
  • yuda anas susetyo 7:39 am on July 18, 2018 Permalink | Reply
    Tags: Tag it   

    Belajar tapi Mendapat Uang

    Sejak tahun 2015 tepatnya tanggal 1 april, aku mulai untuk kehidupan baru diperantauan yang baru, ya istilahnya pindah tempat merantau. Aku tak tau ini aku setelah lulus masuk ke dunia kerja atau apa ya, kalau kerja kok masih sama bapak ibu guru dosen dan instansi yang berjasa memberikan ilmu padaku selama 4 tahun lebih,wkwkwkwk.
    Sempat aku berfikir masih magang, ya bukan karena gaji yang sedikit, jujur saja kalau segi finansial ini sudah lebih dari cukup, tetapi lebih kepada rasa sistem yang berjalan. Yakin aku ngrasa ini masih kuliah tapi secara nyata seperti project untuk mendapat uang. Ya aku sebut magang, dan tentu aku niati mencari ilmu baru di dalam dunia kerja sebelum aku benar-benar bekerja secara profesionl. Nah padahal dari 2015 itu banyak orang yang menyebut telah bekerja ya kerja itu memang berbeda-beda bukan hanya harus datang pukul 07.00 sampai pulang pukul 16.00 dan terikat oleh waktu dan berbagai kesibukan didalam kantor. Ada berbagai sistem kerja yang itu tergantung pada tujuan kebutuhan hasil kerja, karena tuntutan maka perusahaan membuat sistem untuk menarik orang dijadikan pekerja. Kerja ada yang kontrak, dan pekerja tetap, pekerja kontrak pun macam macam ada yang berorientasi pada output kerja dan tidak terikat waktu dan juga harus terikat waktu. Ah jadi membaahas sistem kerja, padahal niat mau bilang dari tahun 2015 hingga saat ini aku banyak belajar dan mengaplikasikan ilmu.
    Entah kenapa dari sekian jenis sistem bekerja dan kerja yang aku pahami itu aku masih menganggap saat ini lebih dari 3 tahun masih saja aku sebut belajar. Entah juga kenapa aku selalu menjawab kalau ditanya sekarang kerja dimana aku menjawab “taseh belajar nyambut damel pados yotro”. Bahkan aku sendiri tak tau apa itu yang dimaksud dengan konsep bekerja, padahal dibuku-buku sudah dengan sangat jelas disebutkan konsep bekerja dan belajar itu sangat berbeda. Ah biarkan ini juga buat aku sendiri konsep yang aku buat sendiri, silahkan saja protes yang penting tidak pengaruh juga kehidupan sistem pekerjaan di dunia,wkwkwkwk
    Belajar tapi mendapat uang, ya istilah ini mungkin yang paling sering aku pakek. Kalau aku sebut bekerja mungkin bakal penuh tekanan, eh tapi kalau aku sebut belajar memang tidak ada tekanan? Ya sama aja sih, sekolah saja penuh tekanan rasanya (dasar pemalas).haha….
    Keduanya belajar dan bekerja yang jelas sama-sama dapat menjadi nilai ibadah, ya apalagi digabung ya, bekerja dan belajar pasti nilai ibadahnya dobel itu,haha…, lasan itu kadang perlu..
    Btw, ini kehidupanku pribadi, terserah mau orang bilang apa, dengarkan saja kalau memang baik ya dipakek kalau gag guna ya buat apa, aku hidup bukan untuk mendapat komentar baik, karena komentar orang belum tentu benar.

    “yang baik dimata orang, belum tentu benar-benar baik”
    “jangan labil karena pengaruh lingkungan, ini hidupmu, buat prinsipmu, kokohkan komitmenmu”
    “selalu ada keluarga yang akan mendukung karena diri ini memang benar, kalau orang tua saja sudah tidak mendukung bagaimana bisa menyebut diri ini pantas untuk bernafas”

     
  • yuda anas susetyo 5:20 pm on June 7, 2018 Permalink | Reply  

    Selalu Tegak Tak Bergeming 

    Akhir-akhir ini banyak hal yang kualami, ada saat aku harus berfikir dalam diam, dan memandang dalam kekosongan. Aku mulai lagi berkutat dengan suasana hati, yang bahkan aku sendiri belum tentu bisa menerjemahkannya. Perjalanan hidupku masih sampai disini, masih sangat terlalu dini untuk melambaikan bendera putih. Masa depan selalu penuh teka teki untuk menariku memecahkannya. Kejadian-kejadian diluar kendaliku muncul seolah tiada henti, mulai dari ekonomi, asmara, dan lingkungan yang begitu asing. Sepertinya aku yang selalu dihadapkan dengan kehidupan asing dalam 8 tahun terkhir ini sudah mulai bisa beradaptasi. Untuk ekonomi, ya siapa yang tidak pernah berfikir tentang kehidupan dunia dan aku termasuk manusia biasa yang coba untuk mengukir diatas berlian. dan yang muncul diakhir ini adalah masalah asmara, ah bukan diakhir ini sebenarnya tetapi sudah lamaaaa dan ini ada hal baru.
    Wahai masalah yang perlu kalian tahu aku akan selalu tegak berdiri untuk menghadapimu, aku tidak akan pernah menyerah. Biarlah takdir yang menjawab, ingat aku berdiri disini tidak akan tinggal diam,.

    Ada yang bilang aku terlalu sabar, terlalu lemah, terlalu lembut, terlalu acuh.
    lingkungan telah membentuku menjadi pribadi yang tenang, tapi tidak kompromi untuk ketegasan ini. “meski kadang goyah juga sih tegasnya,wkwkwkkw

    “Aku hanya ingin ridho dengan segala yang sudah terjadi dalam hidupku”

     
  • yuda anas susetyo 9:35 am on June 5, 2018 Permalink | Reply  

    Jangan Buru-Buru 

    Hati memang tidak pernah berbohong, tapi kalau sudah masuk pikiran bisa jadi dimanipulasi. Terimakasih sudah menerimaku dalam kehidupanmu, aku percaya kamu. tapi entah kenapa jadi berasa terburu-buru, jadi banyak bumbu bumbu yang mungkin itu berasal dari darah kotor,.-_-

    aku harus bisa mengeremnya, aku sangat yakin dengan proses yang lebih dalam maka akan berhasil sempurna. Harus sabar, semua pasti akan terjawab oleh waktu yang diusahakan. Kita sama-sama terluka, aku tau itu dari sorot mata, mari kita sembuh dan sehat bersama. Hanya butuh keyakinan bahwa kamu lebih baik dari yang dulu dan dari siapapun. Ku terima kau apa adanya. aku berikan sebisa mungkin yang aku punya dan usahakan.

    Ah akhirnya kurasakan hal ini lagi.,

    “kenangan itu memang tidak untuk dilupakan, tapi biarlah kenangan itu menjadi pelajaran dan jangan sampai kenangan itu merusak masa kini dan masa depan”

    “masa lalumu itu milikmu, tetapi masa kini dan masa depan adalah milik kita”

     

     
  • yuda anas susetyo 4:55 am on June 5, 2018 Permalink | Reply  

    Mengenalmu adalah Hal Terindah 

    Sekitar tahun 2015 ya, pada tahun itu tiba tiba Handphone ku berbunyi. Ada yang menghubungiku pada waktu itu engkau masih duduk di bangku sekolah tingkat SMA. Hanya anak kecil, pikirku itu byasa banyak yang mengacak nomer telepon dan dihubungi. sempat beberapa kali Whatsap dan bahkan telpon. Yaph,.. engkau sepupu dari adik angkatan kuliah ku di Jogja sana, dan sama sama anak daerah dekat tempat tinggal. Tentu dah aku tidak menghiraukan, siapa sih hanya anak kecil, dan ya aku masa itu punya komitmen yang memang harus aku penuhi. Ketika aku berkomitmen berarti aku harus menjalaninya, komitmen ini bukan sebuah keterpaksaaan tapi memang itulah adanya. Sempat dulu, ketika aku hubungi untuk terakhir kalinya, engkau mau mengambil kuliah di malang dan memang keinginanmu adalah di bidang manajemen, aku masih sangat ingat. Aku berpesan kuliah itu jangan neko neko, jangan pacaran, fokus dulu saja sama kuliahnya, dan sempet dah aku minta janji juga, semua demi kebaikan.

    selang waktu kurang lebih 3 tahun, ya pada tahun 2018 ini aku lihat di facebook ada pemberitahuan kalau engkau ulang tahun. ya aku ucapkan saja selamat ulang tahun,… dan ya engkau merespon baik, bahkan memberi tahu nomor handphone, yang memang nomormu dulu aku hapus dan karena nomerku sudah ganti juga. selang 3 tahun ternyata banyak yang berubah,. engkau kulihat ya semakin dewasa, dan ternyata sudah banyak hal yang engkau lewati selama kuliah di malang, dan ya aku sudah tidak ada komitmen lagi dengan siapa-siapa. tetapi sayang, engkau tidak menepati pesan terakhir sebelum kita tidak berhubungan lagi. tapi yasudahlah itu adalah proses, lagipula aku tidak ada dikehidupanmu selama ini jadi wajar saja janji itu bakal luntur karena tumbuh dewasa itu banyak godaannya.

    Berawal dari proses yang lucu menurutku, akhirnya kita semakin dekat saja,. “aku percaya kamu, dan kamu percaya aku”. kalau memang berjodoh tidak akan pernah hilang meski kita sudah pernah tidak kontak lagi. berkomunikasi denganmu mengajarkanku banyak hal, tentang apa itu sebuah proses, sebuah pendewasaan, menerima latar belakang dan sebuah kasih sayang. Entah angin mana yang membuat diri ini sangat nyaman, hingga aku tanpa sadar berlaku jujur dan sangat jujur, yang mungkin selama ini selalu ada tirai yang menutup sangat tebal setiap kali aku berkomunikasi dengan orang menjadi tersingkap. aku tak pernah tahu siapa jodohku, tapi aku akan selalu berusaha. AKu saat ini hanya tau bahwa engkau layak untuk diperjuangkan dan disayangi. Pada proses ini kita mencoba untuk saling mengenal, dengan segala kelemahan dan keburukanku, aku ingin behati-hati untuk tetap menjagamu. Tolong jaga juga kepercayaan ini…, mari kita buat cerita kita saat ini dan masa depan untuk selamanya.

    Kita tidak pernah bisa untuk memilih kapan dilahirkan dan siapa orang tua kita, kita juga tidak tahu kapan maut akan datang,.

    kita juga tidak pernah mengerti misteri rejeki kecuali kita berusaha untuk mendapatkannya

    begitupun jodoh, ya orang yang sudah kita usahakan lama dan sangat dekat belum tentu itu jodoh, dan orang yang sudah kita tinggalkan belum tentu dia akan hilang dan bahkan bisa jadi itu adalah jodoh.

    Teruntuk yang Tersayang

     
  • yuda anas susetyo 4:07 pm on May 22, 2018 Permalink | Reply  

    Rasa Khawatir 

    “Sungguh manusia akan diuji dengan sedikit rasa lapar, sedikit rasa was-was dan khawatir”

    Sepertinya aku pernah baca ayat atau hadist, bahkan aku lupa yang bunyinya kira kira seperti itu. Lupa apa itu tapi setidaknya isi ilmunya tidak lupa (pembelaan broo). Kali ini aku mau bahas rasa khawatir yang itu pasti dimiliki oleh setiap orang, aku yakin siapapun itu pasti pernah merasakan kekhawatiran. Bahkan dengan pikiran logis ini selalu berfikir jangan khawatir, jangan khawatir dan jangan khawatir…, karena khawatir itu berarti kita telah meremehkan Allah SWT yang maha segalanya, menguasai waktu dan menguasai segalanya (aku tidak sanggup menyebutkan satu persatu karena memang ga bakal cukup inih kapasitas blog untuk menyebutkannya bahkan jika lautan dijadikan tinta ga bakal sanggup untuk menuliskan semuanya).

    Kekhawatiran itu bisa karena kita kasih sayang dan takut kehilangan orang yang disayang, bisa karena takut masa depan masalah umur, kesehatan rejeki. Rasa khawatir bisa dipicu oleh banyak hal, tapi ketahuilah semua adalah karena disebabkan oleh hati. Hati itu bukan sekedar segumpalan darah yang secara fisik ada, tapi lebih jauh dari itu abstrak yang  menjadi petunjuk arah kontrol dari pikiran.

    Sekarang pertanyaanya kenapa bisa muncul rasa khawatir itu?.,. Ah jangan munafik menyalahkan Syaiton atau setan, jin atau apapun itu. Bisa jadi memang hati kita ini terlalu keras untuk mendengar, melihat dan merasakan. Kerasnya hati juga butuh proses bro, terlalu normatif ketika hanya jawaban tidak pernah membaca al-quran, atau mendengar ceramah dan berbagai hal keagamaan. Kerasnya hati bisa karena kebiasaan yang sudah menjadi darah daging, bahkan sudah tidak tahu lagi ternyata yang dilakukan adalah salah, ah bukan tidak tahu tetapi karena tidak mau tahu. Memangnya pernah kita ini berbicara dengan hati? seharusnya bisa loh, jangan sampai hati ini tertidur. Enak aja tidur padahal ketika kita berbuat salah ya seluruh dari kita bakal merasakan ganjarannya. Jangan menyalahkan orang lain ketika berbuat salah, maka koreksi dulu saja diri sendiri.

    Bagi yang sudah sering membaca Al-Quran, belajar tentang kebaikan saja belum tentu bisa lepas dari rasa khawatir, apalagi ya YOU KNOW lah delok gitok e dewe dewe rek.

    “mulailah ridho terhadap segala yang terjadi baik itu karena tingkah diri sendiri atau karena orang lain, ridholah segala apapun yang sudah terjadi. Kemudian barulah berdoa agar Allah SWT meridhoi apa yang akan kita lakukan”

    “ALLAH SWT itu menguasai segalanya, takdir bisa saja dirubah lhawong sing gawe takdir ki gusti Alloh, tinggal awake dewe usaha merubah takdir itu dadi luweh apik

     
  • yuda anas susetyo 11:23 am on May 19, 2018 Permalink | Reply  

    ingin ku tulis sebuah cerita tentang kita, untuk saat ini dan masa depan yang indah. Semua itu sepertinya tidak mudah, entahlah ketika aku tahu semua belum bisa pergi dari pikiranmu, tetapi aku coba selalu percaya. Aku juga tak ingin mau tahu semua tentang itu, tetapi kenyataan berbeda. tidak ingi ku lupa masa lalu begitupun dengan mu, aku tidak ingin kamu melupakannya tetapi aku hanya ingin engkau beralih dari masa itu ke masa kini dan masa depan yang berbeda. Bukan untukku tetapi untukmu sendiri agar engkau terlepas dari ketidakbaikan. Bukan berarti aku mengklaim bersamaku lebih baik, tetapi aku yakin ketika kamu tidak bisa melupakan masal lalu dan bahkan masih bersamanya engkau akan menderita.
    aku yakin itu karena aku pernah berada dalam dunia itu, bukan hanya aku tetapi juga banyak temanku yang memilih tetap berada disana akan menyesal kelak. Jangan bilang cinta itu tidak rasional,. sebenarnya cinta itu sangat rasional, bukan masalah harta dan tahta tetapi tentang kebahagian bukan kebodohan untuk menjadi bahagia.
    aku tidak masalah jika engkau tidak memilihku, tetapi janganlah engkau pilih dia.
    “berfikirlah dengan hati”
    kita berpisah bukan karena ingin berpisah, kita bertemu bukan karena ingin bertemu tetapi takdir yang sudah membuat ini semua terjadi, dan takdir tidak ingin membuat kita hancur tetapi justru percayalah takdir membuat kita semakin menjadi lebih baik.

     
  • yuda anas susetyo 8:36 am on May 19, 2018 Permalink | Reply  

    Perencanaan 

    Konon jika ingin sukses dalam target maka buatlah rencana, semakin matang rencana maka akan semakin cepat kesukesan diperoleh. Tetapi percayakah semua bakal mengikuti rumus itu?, pernahkah rencana yang dibuat selalu tidak tercapai. Rencana yang ku maksud disini lebih sepesifik untuk pencapaian target kehidupan. Sudah pernah membuat rencana-rencana atau strategi untuk mencapai cita-cita? atau malah belum tahu apa sebenarnya cita-citanya,haha…,

    kebanyakan masih bingung ketika ditanya apa yang dicari dalam hidup atau Goal pencapaian hidup?. Kalau ada ayat “semua manusia dan jin di ciptakan untuk beribadah” ya itu benar banget, tapi ibadah seperti apa. Ah gini maksudnya, ibadah bukan hanya sholat dan puasa, tetapi bekerja, capaian hidup untuk diniatkan ibadah dan menyenangkan orang lain itu juga ibadah. Semakin bermanfaat ya semakin banyak ibadah kita kan ya.., misal kalau kecil ingin jadi dokter, ya itu dokter adalah sara untuk ibadah dan proses menjadi dokter adalah sebuah ibadah pula.
    Nah, yang jadi masalah disini adalah tentang cita-cita itu., segeralah tentukan cita-cita karena kalau gagal bisa cari cita-cita yang lain, kalau rencana gagal  bisa buat rencana rencana yang lain. Hidup itu boleh ngotot untuk menggapai cita-cita dan memang harus, tetapi tidak boleh egois. Egois banyak artinya, pertama, jangan sampai untuk menggapai cita-cita menghalalkan berbagai cara, kedua, ketika cita-cita itu sudah tertutup ya jangan memaksakannya untuk tetap pada cita-cita itu, karena bisa saja terjebak dalam jurang yang baru sadar ketika memang kesempatan lain terutup. Karena pada dasaranya dalam setiap pilihan kita ada banyak orang yang akan terdampak. Jadi orang harus punya pandangan luas, legowo dan ridholah apa yang sudah terjadi, kalau ingin perbuatan kita diridhoi.
    Berdasarkan pengalaman sudah sering ganti cita-cita dan banyak rencana yang biasanya tinggal rencana, misalnya nih ya kalau dulu pengen jadi ahli ekonomi eh masuknya di ilmu sosial ya mana bisa ya, mau dipaksakan gimana.., jadi harus ganti cita-cita dan tentu ganti rencana. Pernah ganti ganti rencana sampai kadang mikir kalau aku buat rencana malah ga kesampaian dan biarlah semua berjalan aja asal tetep jalani yang terbaik.
    Tetapi kalau berjalan saja tanpa rencana gag bakal tuh ada target,. ya karena trauma buat rencana panjang yang terlalu panjang, jadi buat rencana jangka pendek aja.

    oke yang jelas jangan pernah kapok, trauma terhadap rencana yang sudah dibuat, buatlah strategi ketika jatuh atau rencana tidak tercapai, kita bukan robot jadi teteplah semangat jangan sepaneng., naik dan turun itu memang selalu ada dijalan.

     

     
  • yuda anas susetyo 4:09 am on May 17, 2018 Permalink | Reply  

    Awal Ramadhan di Perantuan 

    Judulnya sepertinya bakala bahas yang sedih-sedih ya,.. tapi tidak itu hanya perasaan mu saja. Ya karena aku menikmati awal ramadhan ini bukan dikampung halamanku sendiri, bukan hanya sekali ini ku lewati ramadhan di perantauan tetapi tahun 2018 ini ada yang beda. Aku ada ditempat baru, punya teman baru dan yang jelas butuh penyesuaian (baru saja sebulan pindah ke cikampek ini). Sebenarnya sudah 8 tahunan aku selalu awali ramadhan diperantauan, jadi tahun ini bukan tahun pertama, meskipun demikian selalu saja ada hal yang istimewa setiap kali ramadhan datang. Bagi peratau pemula byasanya bakal menangis tuh kalau awal puasa pas awal juga merantau, ya bagaimana tidak yang biasanya sahur dan buka ditemani keluarga tetapi saat ini harus sendirian (ada banyak tuh temenku yang nangis)haha…,

    Tenanglah perantau pemula suasananya ga seburuk yang kalian bayangkan, tuh coba bareng temen baru anggap saja itu keluarga baru kalian diperantuan. Jangan dibikin sedih, ingatlah ini adalah langkah awal untuk mencapai cita-cita, kalau tetep dirumah mana kalian bisa wujudkan cita cita, ya terutama membahagiakan keluarga tercinta yang saat ini kalian tangisi. go to be strong…..

    Ayolah jangan cengeng, aku tau kita ini sama sama rindu keluarga, sayang dan cinta sama keluarga, tetapi ga harus nangis juga kan?……

    ehmmmm, itu yang baru ga sama keluarga, terus gimana kalau barusan juga putus sama si pacar,, tambah nangis nangis dah itu. move on bro.., meninggalkannya atau ditinggalkannya itu adalah kondisi terbaik yang saat ini sudah dituliskan untukmu,..
    oooooiyaaa, jangan sampai lupa pesen tiket mudik, atau mungkin sudah punya rencana lain pulangnya mau naik apa.., mau naek motor? sinih bareng sama Om touring lintas provinsi sari Jawa Barat-Jawa Tengah- DI Yogyakarta sampailah tujuan akhir Jawa Timur.

    Waktu mengajarkan kita menjadi lebih dewasa, dan Bagi perantau ingatlah “permata tidak akan bernilai jika hanya tinggal didasar laut”., merantaulah untuk kembali pulang

     

     
c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Reply
e
Edit
o
Show/Hide comments
t
Go to top
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Cancel